Selamat Jalan Ayah - DP BBM 23

Kumpulan DP BBM Lucu | Bagus | Keren | Kocak | Galau | Romantis | DLL yang Diambil Dari Berbagai Sumber

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Monday, October 9, 2017

Selamat Jalan Ayah

DP BBM 23 adalah sebuah blog gratis, yang menyajikan seputar kata - kata, DP BBM, AdSense, Blogger, Tutorial, Windows 10, ISO, Theme Wind0ws 10, etc! dan sobat saat ini sedang membuka halaman Selamat Jalan Ayah, jika suka jangn sungkan untuk klik, like, share dan subcribe ya gaes!


Loading...

Baca Juga



DP BBM 23 - Selamat Jalan Ayah - selamat pagi bro dan selamat berjumpa kembali, sebelumnya terimakasih banyak buat sobat yang masih setia berkunjung ke blog DP BBM 23 hingga detik ini... alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kita masih di beri umur untuk dapat berjumpa kembali, khususnya buat diri saya pribadi hingga detik ini masih di beri kesempatan untuk dapat berbagi coretan pribadi...

Ok lah next bro... tidak suka lewat saja, Selasa, 26 September 2017, Jam : 08:00 Pagi waktu setempat ( aku telah kehilangan satu sayap, ditinggalkan oleh seorang ayah untuk selama - lamanya )... Meninggal merupakan salah satu fase yang harus dijalani oleh semua makhluk yang pernah merasakan hidup... Kematian merupakan salah satu misteri bagi semua makhluk hidup karena tidak bisa diprediksi kapan, tempat dan bagaimana cara kematian itu datang....

Banyak yang mengatakan bahwa kematian tidak bisa diprediksi kapan kedatangannya karena merupakan salah satu dari kehendak Tuhan yang Maha Esa... Seorang peramal atau paranormal handal pun tidak bisa memprediksi dengan tepat, ya memang itu kehendak dari Tuhan kapan kematian seharusnya datang...

Begitupun dengan sebuah takdir adalah kuasa Tuhan, Tidak ada yang bisa mengetahui dengan pasti kapan waktu kita di dunia akan berakhir... Begitulah suratan takdir yang harus aku terima dengan ikhlas, merelakan dan mengikhlaskan seorang ayah pergi untuk selamanya di usianya yang ke 63 tahun...

Selamat Jalan Ayah

1. Mengenang Sosok Seorang Ayah


Setelah kepergian ayah, begitu banyak penyesalan dan kesedihan yang begitu mendalam... andai saja waktu bisa kembali, aku akan menyayanginya dengan setulus hati dan membahagiakannya dengan cara ku sendiri... tapi beribu kata sayang, waktu tidak bisa kembali, menyesal pun tak ada guna, selain cuma bisa mengenang dan mendoakannya...

Semasa hidupnya ayah begitu sabar, tanggung jawab, gk pernah marah, membentak apa lagi mukul, pendiam dan ramah sama siapa pun juga, sejak dari aku kecil hingga sedewasa sekarang, umur 27 tahun belum pernah merasakan sakitnya kena pukul, sekalipun di sentil, setiap kali aku nakal / bandel ayah cuma menasehatinya, walau berulang kali aku tak pernah mendengar nasehatnya dan selalu melakukan kesalahan yang sama bahkan malahan balik membentak dan memarahi ayah, ayah tak pernah bosan apa lagi marah untuk terus menasehati dengan penuh kesabaran...

2. Satu sisi yang tak suka dari Ayah


Namun ada satu sisi yang aku tak suka dari ayah, yaitu sifatnya yang terlalu diam dan sabar, di caci / dihina dan dimaki orang ayah tak pernah melawan, termasuk dengan keluarga sendiri... jujur saja kurang lebih mungkin satu bulan sebelum ayah meninggal, rasanya benci banget, bawaannya ingin selalu memarahinya bahkan tak ingin melihat mukanya... tapi ayah begitu sabar dan mengalah karena tau aku membencinya...

3. Mulai membenci ayah disaat aku terpuruk


Seingat aku mulai membenci ayah, awalnya saat aku terpuruk dan ingin mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri... ya sekarang sih saya juga sadar masalah dan ujian hidup tidak hanya aku saja... setiap orang pasti punya masalah dan mendapatkan ujian hidup... tapi saat itu bener - bener kehilangan akal, dan dari dulu sampe aku sedewasa sekarang apa - apa selalu bercerita dan ngadu sama mamah, yang intinya sih sama mamah begitu dekat, kasih sayangnya bener - bener terasa... sedangkan dari seorang bapa ( ayah ) ???

4. Ayah terkesan cuek dan jauh


Sejak 3 tahun terakhir ini Ayah begitu jauh, tak pernah banyak waktu untuk mengobrol, bercerita dan ngumpul bersama... selain cuma di saat mamah sudah tak sanggup menasehati baru ayah yang turun tangan... disitu lah aku merasa ayah tidak sayang, ayah tak pernah peduli dan ayah seakan tak pernah mau tau keluh kesah yang aku rasa... di situlah aku mulai terasa benci dan mulai menjauhinya bahkan mulai berani memarahi ayah habis - habisan...

5. Memarahi ayah untuk terakhir kalinya


Maih jelas teringat kala itu malam minggu tanggal 23 september 2017, sekitar jam 22:39 malam aku bener - bener ingin di perhatiin, ingin di tanya dan ingin di rangkul ayah, karena saat itu udah hampir 4 bulan aku sakit, bahkan sampai sekarang kondisi aku belum pulih, tapi selama 4 bulan ayah terkesan cuek, gk pernah nanya saya sakit apa... bahkan tak pernah ngajak saya ke dokter... cuma membeli obat warungan itu pun kalau mamah udah marah - marah ( mungkin udah gk sanggup ngurus aku sakit sendirian, minta bantuan sama ayah tak pernah peduli, akhirnya ortu sering cekcok... dan baru ayah membelikan obat warung )...

Malam itu juga karena saking sedihnya tak dapat perhatian dari seorang ayah... aku di kamar sendirian nahan kesakitan tapi ayah enak - enakan tidur dengan pulasnya... untungnya seperti biasa mamah selalu ke kamar untuk melihat keadaan aku dan sering membawakan makanan untuk menyuapi aku makan... dan setelah melihat kondisi aku... mamah langsung lari ke kamar dan memarahi ayah untuk bangun dan melihat kondisi aku...

Saat itu ayah bangun dan masuk kamar aku... seketika saat itu yang terlintas di pikiran ingin rasanya aku menghajar / memukul muka ayah... tapi sebisa mungkin aku tahan lalu memaki / memarahinya habis - habisan... tapi ayah sama sekali gk melawan, cuma terdiam dan berusaha menenangkan aku... berusaha menjelaskan bahwa ayah sayang aku... cuma selama aku sakit ayah terkesan cuek karena memang ayah pun lagi sakit...

6. Dari 2013 ayah sakit - sakitan


Memang sih aku juga tau ayah lagi sakit, kabarnya sih memang dari sejak 2013 ayah sakit - sakitan terus... namun di tahun - tahun lalu aku berada di perantauan... jadi tak pernah tau ayah sakit apa... 2014 mendengar ayah sakit parah dan ingin melihat aku... saat itu aku sedang bekerja di jawa tengah, kurang lebih baru 5 bulanan aku masuk kerja di sebuah lestoran... yang sebelumnya aku jadi gelandangan numpang hidup di rumah orang, karena saking sulitnya mendapatkan pekerjaan, karena badan aku bertatto... alhamdulillah 2014 dapat kerjaan walau cuma sebagai pelayan lestoran... tapi setidaknya masih ada yang mempercayai aku... tapi sayang baru 5 bulan mendengar ayah sakit...

Seketika setelah mendengar ayah sakit parah... di saat sibuk - sibuknya aku mencari bos dan malam itu juga minta izin untuk pulang, tapi sayang bos malahan marah dan melarang aku untuk pulang... sampai akhirnya aku di keluarin tanpa di berikan gaji sepeser pun... karena aku memaksa ingin pulang, dan akhirnya aku pulang ke kosan temen cewek karena aku malu pulang ke rumah orang yang menampung aku... saat itu juga aku merayu temen aku untuk dapat meminjami aku uang, jujur sempat bertengkar dan aku sempet memukul temen cewek saya itu... karena dia tidak ingin meminjamkan uangnya, takut aku tidak kembali...

Sumpah malam itu terasa gelap pikiran, rasanya ingin ku bunuh aja temen saya itu, dan saya curi barang - barang berharganya... karena saking cemasnya ingin segera pulang dan melihat keadaan ayah... tapi untung akhirnya teman saya mau meminjaminya uang setelah aku berbicara akan kembali, pulang cuma 3 hari setelah itu aku akan kembali dan membayarnya...

Setelah dapat pinjaman uang langsung pulang... dari sejak itu lah baru tau kalau ayah suka sakit - sakitan... alhamdulillahnya separah apa pun sakitnya ayah kembali sembuh... sampai akhirnya aku bisa balik lagi untuk bayar hutang - hutang aku selama di perantauan sana... dan akhirnya ayah meminta aku untuk diam di rumah sebisa mungkin jangan merantau lagi... karena ayah khawatir tidak ada yang mengurusnya... karena memang sih di rumah tinggal aku yang masih serumah sama ortu... aku anak ke 4 dari 4 bersaudara, 2 saudara lelaki ( saudara tiri semua ), dan satu saudara perempuan ( saudara sekandung )... mereka semuanya sudah berumah tangga, dan rumahnya jauh dengan rumah orang tua...

7. 2016 Ayah mulai mengidap jantung koroner, dan harus operasi pemasangan Ring


Entah dari sejak tangal dan bulan apa, ayah mengidap sakit jantung, karena ayah tak pernah terbuka, tau - taunya saat itu sedang beres - beres rumah... di dapati ayah pingsan.. tapi saat itu kembali pulih tanpa di bawa kedokter... ayah cuma mengatakan jantungnya sakit dan tak terasa badan lemes langsung pingsan... akhirnya ke esokan harinya ayah di bujuk untuk mau di bawa ke rumah sakit... karena ayah sangat tidak mau untuk dibawa ke dokter...

3 Hari berlalu akhirnya ayah mau di bawa ke rumah sakit, dan alhasil ayah harus di oprasi pemasangan ring, tapi ayah tetap tidak berani untuk di operasi... dengan alasan tidak mau merepotkan keluarga... besar kecilnya kalau di operasi harus nginap nungguin ayah, dan ayah gk mau anak istrinya nginap di RS, takut ikut sakit... alasan keduanya karena tau yang lain aja setelah di oprasi pasang ring tetap meninggal... jadi ayah lebih memilih berobat jalan... dan selama itu ayah jadi makin giat beribadah dan sering melaksanakan sholat taubat... dengan tujuan jika esok lusa meninggal setidaknya sudah sempet bertaubat...

Akhirnya keluargapun tidak banyak memaksakan ayah untuk mau di operasi... jika itu pilihan yang tepat menurut ayah, di balik rasa cemas dan khawatir takut ayah kenapa - kenapa... keluarga ngikut aja maunya ayah...

8. Tidak ada firasat dan tanda - tanda apa pun


2016 berlalu tanpa terasa... 2017 di lalui terasa baik - baik saja, ayah terlihat begitu sehat... cuma sesekali ayah terlihat drop dan tidak bisa melakukan apa - apa... cuma dapat berbaring dan 1 bulan sekali kontrol kesehatannya... hingga pada saatnya tiba, keluarga tidak mendapati firasat buruk apa pun, dan tidak mendapati pertanda apa pun... bahkan saat ayah meninggal badannya begitu terlihat sehat, dan hari seninnya tanggal 25 september 2017 ayah sempet keluar rumah dan ngobrol sama tetangga depan... bercerita tentang sosok istrinya yang pertama ( yang sudah lama meninggal )...

Sampai akhirnya mamah tau, dan sedikit membentak ayah untuk stop ngobrolin orang yang sudah meninggal... dan nyuruh ayah masuk untuk sholat... karena saat itu udah waktunya memasuki sholat dzuhur... singkat cerita setelah ayah sholat lalu mengobrol dengan mamah... dan klihatannya akur banget... ketawa dan becanda bersama... dan aku kembali kekamar membiarkan mereka berduaan...

9. Sebelum meninggal ayah terlihat bugar dan ceria


Sejak siang ayah mengobrol sama tetangga bercerita sosok istrinya dulu... ayah terlihat ceria dan riang... tak seperti biasanya ayah terlihat banyak becandain mamah, dan setiap aku tanya ayah selalu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan aku... seketika mamah dan aku merasa sangat senang, mungkin ayah bener - bener sembuh, karena sebelum sebelumnya ayah cuma dapat berbaring lemah... tapi saat itu ayah terlihat bugar... bahkan paginya berolah raga dan jalan - jalan pagi...

10. Malam terakhir terasa ingin ditemani ayah


Dari pagi sampai sore ayah terlihat baik - baik saja, bahkan nafsu makannya pun terlihat lahap... namun siapa sangka malam itu adalah menjadi malam terakhir berasama ayah... tepatnya senin malam selasa, 25 september 2017, sekitar jam 18:50 setelah selesai melaksankan sholat magrib... ayah terlihat rebahan di depan TV... sempet mamah bangunin dan di tanya apa ada yang terasa sakit lagi apa nggknya... namun ayah tidak menjawab... sampai akhirnya di suruh pindah ke kamar... beberapa menit ayah tidur di kamar... gk lama kemudian mamah ke kamar aku untuk mengajak / menyuruh aku sholat isya... namun seperti biasa aku males sholat bro ^_^...

Akhirnya yang sholat cuma ortu doang berdua... setelah selesai sholat isya... sempet aku nyamperin ortu dan sebentar bercerita / ngobrol di ruang keluarga... sambil membahas penyakit ayah... gk lama ayah bilang ngantuk... jadi kembali ke kamar masing - masing... sampai akhirnya mungkin kurang lebih jam 23 malam... aku lapar dan mencari makanan... setelah itu aku tengok kamar ortu... mamah terlihat lagi sholat dan ayah lagi duduk dengan kepala menunduk...

Entah kenapa yang tadinya merasa benci terus sama ayah, malam itu pas lihat ayah duduk dengan menunduk... hati ini terasa gk karuan... merasa bersalah / merasa berdosa banyak membentak dan memarahi ayah / merasa kasihan / merasa ingin memeluk dan memijitinya ( karena sumpah belum pernah mijitin ayah, selain kalau di minta, itu pun jarang mau, tapi malam itu rasanya ingin banget memijitinya )...

Setelah kenyang dan terlihat mamah sudah beres sholat... aku masuk kamar dan ayah terlihat tidur miring menghadap selatan.. aku pun langsung bertanya sambil ku pegang kakinya ayah... dan ayah membalikan posisi tubuhnya sambil tersenyum dan berkata sakit ulu hati... ya karena memang sih sakitnya ayah tidak cuma jantung koroner doank, ada kolestrol dan maag, dan saat itu juga sempet mengobrol menasehati ayah sambil aku pijitin... ayah terlihat begitu senang karena gk biasanya aku mau mijitin apa lagi menasehati ayah.. karena ayah juga selama 3 tahun aku di rumah cuek...

Singkat cerita, setelah banyak ngobrol, listrik mati ( mati lampu ) kurang lebih sekitar jam 00:21... dan selama mati lampu aku merasa takut untuk balik kekamar sendiri.. dan aku bilang yah, aku takut dan ayah menjawab ya udah di sini aja bobo bareng ma ayah... namun saat itu tidak tidur... kembali mengobrol... bahkan mamah pun ikut ngobrol, sampai akhirnya ayah bilang bentar mau ke WC, terasa mules... dan aku sama mamah ngobrol... setelah ayah dari WC aku minta untuk di temenin ma ayah, minta untuk jangan tidur, karena entah kenapa malam itu terasa takut dan ingin banget di temenin ayah...

Waktupun berlalu terasa begitu cepat... dan listrik pun kembali nyala sekitar jam 02:30... dan ayah bilang pinggangnya sakit, mau sebentar di tidurin, kamu masih takut gk ?? kalau takut disini aja ma ayah dan aku menjawab sekarang udah gk takut, ayah bobo aja, pinggangnya kan sakit, dari tadi duduk nungguin dan ngobrol sama aku..

Akhirnya aku keluar dari kamar ayah... dan baru beberapa langkah... ayah keluar kamar juga dan bilang duh kirain masih malam, taunya udah pagi, udah jam 02:30... kalau ditidurin bisa bisa kebablasan.. aku pun menjawab emang ayah mau kemana ?? pake bilang kebablasan segala, dan ayah menjawab mau kepasar... padahal ayah udah lama bahkan jarang ke pasar, apa lagi masih sekitar jam 02:30... biasanya juga sekedar melepas jenuh pagi jam 06 apa jam 07...

Namun sayang, malam itu ayah tak mau mendengar nasehat aku... bahkan ayah tak mau lagi menjawab omongan aku, ayah pergi tanpa menghiraukan lagi aku... ya sudah aku pun gk banyak bicara lagi... langsung masuk kamar dan maen game karena saat itu mata belum ngantuk... sampai akhirnya kurang lebih habis beres sholat subuh jam 05:15 aku tidur... dan dari jam 07:22 pagi katanya ada tukang ojek gedor - gedor rumah... mau nyampein di dapati ayah udah pingsan di pasar dan udah dibawa ke puskesmas sama orang - orang yang ada di pasar...

Tapi sayang aku tidur bener - bener lelap... gk tau kalau diluar udah beberapa kali yang gedor - gedor rumah... sampai akhirnya kurang lebih jam 08:45 mamah sama warga ke rumah... dan mamah nangis bahkan sempet pingsan 2x di rumah... aku bener - bener gk ngerti kenapa mamah jam segitu udah pulang ?? nangis lagi... biasanya pulang dari pengajian jam 10 apa jam 10:30 siang... karena gk ada yang ngejlasin... ya udah aku cuci muka dan ganti pakaian... setelah aku beres masuk kamar mamah, rupanya udah ada teteh ( saudara kandung )... sambil nangis dan meluk mamah... sumpah aku gk ngerti apa yang terjadi ?? warga begitu sibuk... sampai akhirnya mamah bilang bahwa ayah meninggal di puskesmas jam 08:00 pas..

Sumpah terasa percaya gk percaya... kaki seketika lemas dan badan seakan tak bertulang... langsung merangkul mamah dan nangis... gk lama kemudian terdengar warga berisik banget... dan kedenger ada seseorang yang bilang almarhum udah sampai, keluarganya mana... sesaat setelah mendengar itu... tak terasa aku lari seakan akan tubuh aku kembali bertulang yang tadinya terasa lemes tak bertulang...

Sesampainya ruang tamu... ayah sudah terbaring dengan di tutupi kain... disitulah nangis sejadi jadinya... begitu banyak penyesalan, begitu banyak merasa berdosa... merasa tak percaya bahwa malam tadi adalah malam terakhir... ya allah baru kali ini tau rasanya ditinggal meninggal itu seperti apa... tidak bisa di ungkapkan dengan sebuah kata bro... terlebih lagi jika kita banyak melawan / membangkang / kasar / marah - marah... saat di tinggalin mati... penyesalannya begitu dalam...

Pesan, Penutup


Pesan aku untuk kalian yang sempet membaca ini dari awal sampai akhir... sayangilah orang tuamu selagi mereka masih ada, dan bersyukurlah buat kamu yang masih utuh memiliki kedua sayap yaitu kedua orang tua mu... ingat ketika satu sayap patah, maka kita tidak akan bisa terbang... dalam arti kita tidak cukup kuat untuk berpegang... cuma memiliki satu pegangan... seperti aku saat ini... cuma memiliki satu sayap yaitu ibu... selama ibu masih ada aku cuma punya satu pegangan... tapi setelah kedua sayap patah... apalah jadinya ?? ibarat burung yang kehilangan sayap... tidak bisa berbuat apa - apa selain berusaha sebisa mungkin mencari makan seadanya...

Sebanyak apa pun harta sepeninggalan orang tua... kita tidak akan cukup mampu untuk terbang tinggi... tapi sedikit harta dengan ortu masih utuh... kita masih mampu terbang setinggi mungkin... berpegang kepada kedua sayap yaitu pada ibu dan ayah... dan sekarang aku pun sadar setelah ayah meninggal... bahwa intinya "Cinta ayah itu terkadang, Tak akan terlihat, Karena memang ia tak pandai, Untuk menunjukannya"... jadi ingat ya guys, walau ayah terkesan cuek tapi hatinya tulus, sayang sama anakknya, namun cinta dan kasih sayang ayah tak nampak seperti kasih sayang / cinta dari ibu, jadi jangan pernah berpikir ayah tidak sayang apa lagi membenci dan memarahinya... jika sudah tiada menyesalnya tidak bisa dibasuh dengan apa pun...




thumbnail Title : Selamat Jalan Ayah
Posted by : Ocha Rocker
Published : 2017-10-09T03:00:00+01:00
Rating : 90.5%
Reviewer : 9.998 Votes


Post Top Ad

Loading...